31
Oct

Media Pembelajaran

   Posted by: ayurosalina   in Uncategorized

images (5)

          Media berasal dari bahasa latin merupakan bentuk jamak dari “Medium” yang secara harfiah berarti “Perantara” atau “Pengantar” yaitu perantara atau pengantar sumber pesan dengan penerima pesan. Beberapa ahli memberikan definisi tentang media pembelajaran. Schramm (1977) mengemukakan bahwa media pembelajaran adalah teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran.

            Proses pembelajaran merupakan suatu sistem karena di dalamnya terdapat berbagai komponen yang salin berkaitan, mempengaruhi, dan bahkan saling ketergantungan untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Komponen-komponen yang dimaksud yaitu tujuan, materi, metode, media dan evaluasi.

            Pembelajaran merupakan proses komunikasi antara guru sebagai fasilitator dengan siswa sebagai pembelajar. Dalam komunikasi ada proses penyampaian pesan (message) dari komunikator kepada komunikan. Dalam penyampaian pesan dari komunikator kepada komunian diperlukan saluran (media), agar message tersebutt tersalurkan secar efektif dan efiisien. Media yang dirancang dengan baik dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian  dan kemauan peserta didi sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada diri peserta didik. Media sebagai alat bantu visual;

1)      Mendorong motivasi belajar

2)      Memperjelas dan mempermudah konsep yang abstrak

3)      Mempertinggi daya serap atau retensi belajar

A.  Beberapa pengertian media pembelajaran:

a)      Menurut istilah, medai adaalh segala bentuk atau saluran yang digunakan untuk proses penyaluran informasi

b)      Schram (1977) : teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran

c)      NEA, 1969: sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun audio visual termasuk teknologi perangkat kerasnya

Media pembelajaran yang disusun dengan baik, memiliki manfaat dan nilai praktis yaitu:

  1. Memvisualkan yang abstrak (anaimasi peredaran darah)
  2. Membawa objek yang sukar didapat (binatang buas/berbahaya)
  3. Membawa objek  yang terlalau besar (gunung, pasar)
  4. Menampilakan objek yang tidak dapat diambil mata (mikroorganisme)
  5. Mengamati gerakan yang terlalu cepat (jalanya peluru)
  6. Memungkinkan berinteraksi dengan lingkungannya
  7. Memnungkinkan keseragaman pengalaman
  8. Mengurangi resiko apanila objek berbahaya
  9. Menyajikan infirmasi yang konsisten dan diulang sesuai kebutuhan
  10. Membangkitkan motivasi belajar

            Kedudukan media dalam proses pembelajaran sangatlah penting. Media pembealajaran merupaka alat bantu yang dapat mempermudah proses penerimaan materi pelajaran yang disampaikan pendidik dan sudah barang tentu akan emmpermudah pencapaian tujuan pemebaljaran. Hal ini diakrenakan anak didik akan termotivasi dalam mempelajari materi bahasan.

B.     Kriteria pemilihan media

            Salah satu kemampuan yang dituntut dari seorang guru adalh ketepatan memilih media pembelajaran. mengapa demikian? Karena memilih media yang tepat diayakini akan meningkatkan motivasi belajar yang pada akahirnya akan meningkatkan hasil belajarnya. Senlaiknya, ketidakketapatan memilih media akan melahirkan kebosanan siswa dalam mengikuti pembalajaran. Media yang paling baik adalah media yang paling sesuai dnegan tujuan pembealjaran/karakter bahan ajar, metode yang akan digunakan, dan keadaan siswa, serta kemampuan guru/sekolah.Untuk memilih media pembelajaran harus memperhatikan (Kosasih Djahiri, 1979:76) berikut ini:

  1. Tujuan instruksional yang ingin dicapai
  2. Tingkat usai dan kematangan siawa
  3. Kemampuabn baca siswa
  4. Tingkat kesulitan dan jenis konsep pelajaran tersebut
  5. Keadaan/latar belakang pengetahuan dan pengalaman siswa

            Kriteria tersebut hampir sejalan dengan pandangan ahli lain bahwa hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memilih dan menggunakan media pembelajaran adalah:

  1. Tidak ada satu-satuya medai yang paling baik untuk semua siswa dan tujuan pembelajaran
  2. Penggunaan harus relevan dan konsisten dengan tujuan pembelajaran
  3. Media yang digunakan hendaknya cukup dikenal siswa
  4. Media hendaknya sesuai dengan sifat pembelajaran
  5. Media harus sesuai dengan kemampuan dan pola belajar audience
  6. Media hendaknya dipilih secara objektif, bukan didasarkan oelh karena kesukaan subjektif
  7. Lingkungan harus diperhatikan dalam penggunaan media

 

C.     Klasifikasi Media Pembelajaran

          Jenis media pembelajaran mana sajakah yang akan kita jugakan? Penggunaan media pembelajaran pada dasarnya untuk membantu mempermudah pemahaman siswa terhadap suatu ide atau teori. Artinya jenis-jenis media tersebut dapat digunakan dalam pembelajaran. Kajian psikologi menyatakan bahwa anak akan lebih mudah mempelajari hal yang konkrit ketimbang yang abstrak. Berkaitan dengan kontinuum konkrit-abstrak dan kaitannya dengan penggunaan media pembelajaran, ada beberapa pendapat.

            Pertama, Jerome Bruner, mengemukakan bahwa dalam proses pembelajaran hendaknya menggunakan urutan dari belajar dengan gambaran atau film (iconic representation of experiment) kemudian ke belajar dengan simbul, yaitu menggunakan kata-kata (symbolic epresentation). Menurut Bruner, hal ini juga berlaku tidak hanya untuk anak tetapi juga untuk orang dewasa. Kedua, Charles F. Haban, mengemukakan bahwa sebenarnya nilai dari media terletak pada tingkat realistiknya dalam proses penanaman konsep, ia membuat jenjang berbagai jenis media mulai yang paling nyata ke yang paling abstrak. Ketiga, Edgar Dale, membuat jenjang konkrit-abstrak dengan dimulai dari siswa yang berpartisipasi dalam pengalaman nyata, kemudian menuju siswa sebagai pengamat kejadian nyata, dilanjutkan ke siwa sebagai pengamat terhadap kejadian yang disajikan dengan media, dan terakhir siswa sebagai pengamat kejadian yang disajikan dengan simbul. Jenjang konkrit-abstrak ini ditunjukkan dengan bagan dalam bentuk kerucut pengalaman (cone of experiment), seperti yang ditunjukkan pada Gambar

 kerucut

1.      Media Visual

          Media visual sering juga disebut dengan media tampak yang menggunakan indera penglihatan agar dapat memahaminya. Media visual bertujuan untuk mengembangkan kemampuan visual anak, mengembangkan imajinasi anak, meningkatkan penguasaan anak terhadap hal-hal yang abstrak yang tidak mungkin dihadirkan dalam kelas.

  • Media Visual diam – Media gambar datar, misalnya foto, buku, ensiklopedia, majalah, surat     kabar, buku referensi, gambar, kliping, dll – Media proyeksi diam, misalnyay film bingkai/slides, film rangkai, dll – Media grafis atau carta, misalnya grafik bagan, diagram sketsa poster, gambar kartun, globe dan peta.
  • Media  visual bergerak misalnya film bisu

 

1. Gambar

Gambar merupakan media yang paling sering digunakan dalam proses pembelajaran, karena media ini paling sering dijumpai oleh siswa karena itu seharusnya pihak sekolah memiliki koelksi gambar-gambar baik diambil dari guntingan koran atau majalah, fotocopi dll. Gambar tersebut dapat disimpan di kelas atau dibuat menjadi bingkai media.

gambar4-5-tengkorak

contoh gambar

2. Foto

Foto digunakan untuk mendapatkan gambar yang nyata, menjelaskan ide, menunjukan objek (benda) yang sebenarnya. Dalam menampilkan foto harus memberikan makna pembelajaran Misalnya ditempel foto para pahlawan.

download (1)

foto pahlawan

3. Media Diagram, chart, grafis

Bentuk diagram banyak digunakan untuk menunjukan garis peristiwa suatu pembagian waktu, semacam periodisasi yang sederhana. Grafis menyajikan bentuk visual dari sejumlah angka yang diwakili oleh bentuk visualnya seperti garus, batang dll.

download (2)

contoh diagram

4. Transparansi dan OHP (Overhead Projector)

Media OHP memiliki fungsi untuk memudahkan guru dalam menyajikan pokok-pokok atau garis besar pembelajaran. Selain itu OHP dapat meningkatkan daya tarik siswa untuk belajar sehingga perhatian siswa meningkat, lebih-lebih jika bagan atau butiran materi ditulis/ditik dengan warna yang bervariasi. OHP ini memerlukan listrik dalam menampilkannya.

images

contoh OHP

5. Poster

Poster pada dasarnya bersifat simbolik dan dirancang utnuk memberi pesan dengan cepat dan ringkas. Poster yang baik biasanya berwarna, menyajikan ide tunggal, tulisan jelas, kaya dnegan variasi, lugas, dan terkadang mengandung pernyataan yang berlebihan. Poster dibuat diatas kertas, kain, batang dan bahan lain yang memungkinkan sedangkan ukurannya biasanya relatif besar disesuaikan dengan tempat yang akan dipaasangi.

images (1)

contoh poster

2.  Media Audio

            Media audio berfungsi untuk meyakurkan pesan audi dari sumber ke penerima pesan. Pesan yang disampaikan dituangkan dengan lambang-lambang verbal, non verbal, atau kombinasi keduannya. Media audio ini berkaitan erat dengan indera pendengaran. Yang termasuk ke dalam media ini adalah:

1. Radio

Siaran radio dapat membantu siswa untuk meningkatkan komunikasi audio membuat suasa belajara lebih hidup dna meningkatkan kemampuan siswa dalam mengapresiaasi kejadian yang disiarkan.

download (3)

contoh radio

2. Tape recorder, pita suara dan piringan hitam

Kegunaan media ini hampir sama dengan media radio yatiu meningkatakan komunikasi audio,meningkatkan suaasa belajar dan melatih daya apresiasi siswa. Pita suara (kaset audio, audio kaset) dapat dipakai untuk merekam suara khas misalnya untuk menggambarkan hiruk pikuk di pasar.

 

download (4)download (6)

 

Tape recorder                                  Piringan hitam

 

 

3.    Media Audio-Visual

     Media Audio Visuak merupakan gabungan antara audio dna visual. Misalnya: slide, dan film rangkai yang disertai dengan suara. Media ini menjadi lebih efektif dibandingkan dengan kedua media sebelumnya.

1. Siaran Televisi

TV di indonesia sudah digunakan untuk pendidikan, tinggal memilih acar yang relevan dengan pembelajaran. televisi merupan media yang menyampaikan pesan melalui gambar gerak dan dilengkapi dnegan suara.

download (5)

2. Film

Film memberikan sumbangan yang besar bagi pembelajaran di sekolah. film memberikan pengalaman belajar dan dapat menampilkan film yang berabad-abad lalu.

3. Video dan Compact Disc

Media ini sangat populer di tengah masyarakat. Seperti halnya film dan televisi, video tape atau vita video dan CD dapat pula menyajikan pesan audio visual gerak untuk hal nyata atau fiktif.

             Media pembelajaran sangat diperlukan dalam proses pembelajaran, maka dari itu guru harus bisa menggali kreativitasnya agar media pembelajarannya dapat menarik dan memotivasi siswanya. Contoh media audio visual dalam pembelajaran IPA yaitu :

http://www.youtube.com/watch?v=5uT-s1WlbrM

Sumber :

http://belajarpsikologi.com/pengertian-media-pembelajaran/

Rahmat, Dkk (2008), pembelajaranpendidikankewarganegaraan.

http://seputarpendidikan003.blogspot.com/2013/06/pengertian-media-pembelajaran.html

28
Oct

Hello world!

   Posted by: ayurosalina   in Uncategorized

Welcome to Blog Civitas UPI. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!